Di dalam DCCC terjadi 2 proses sekaligus conditioning dan casing.
Conditioning bertujuan mengatur kandungan air dan temperatur tembakau agar proses casing berlangsung optimal. Pengaturan parameter kandungan air diperlukan karena jika tembakau terlalu kering maka tembakau mudah hancur ketika diproses, jika terlalu basah tembakau bisa rusak karena jamur, sedangkan pengaturan temperatur tembakau diperlukan karena proses casing membutuhkan suhu tertentu agar proses casing optimal.
Conditioning bertujuan mengatur kandungan air dan temperatur tembakau agar proses casing berlangsung optimal. Pengaturan parameter kandungan air diperlukan karena jika tembakau terlalu kering maka tembakau mudah hancur ketika diproses, jika terlalu basah tembakau bisa rusak karena jamur, sedangkan pengaturan temperatur tembakau diperlukan karena proses casing membutuhkan suhu tertentu agar proses casing optimal.
Casing adalah Larutan dengan pelarut berbasis air, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tembakau mempertahan kandungan airnya dan membuat rasa tembakau lebih nikmat untuk dirokok karena casing juga memberikan aroma tertentu tergantung peraciknya. Penambah aroma yang umum digunakan biasanya adalah Coklat, licorise, jahe, kayu manis, vanilla, molase (macem larutan gula), rum, brandy, wine, dan berbagai minyak ekstrak nabati.
Mesin ini biasanya satu paket dengan Automatic Casing Atomizer System yang berfungsi menyemprotkan casing pada tembakau dengan dosis tertentu.
* pengaruh kandungan air (moisture content) dalam tembakau terhadap produk rokok akan dibahas lebih dalam di artikel lain.
* pengaruh temperatur terhadap hasil proses Casing akan dibahas lebih dalam di artikel lain.
* pengaruh temperatur terhadap hasil proses Casing akan dibahas lebih dalam di artikel lain.
