Selamat malam,
Kali ini saya mencoba membuat review singkat mengenai rokok yang sepertinya mendapat treatment promosi dalam segi kemasan. Dimana saya lihat fungsi utama adanya promosi ialah untuk mengedukasi perokok agar bisa mencoba produk rokok kretek superslims dengan capsule pertama di Indonesia. Ada beberapa alasan mengapa Esse meluncurkan produk superslimsnya sekitar bulan Desember 2014 dan merelaunch kemasannya dengan segi edukasi pada Februari 2016. Diantaranya:
Kali ini saya mencoba membuat review singkat mengenai rokok yang sepertinya mendapat treatment promosi dalam segi kemasan. Dimana saya lihat fungsi utama adanya promosi ialah untuk mengedukasi perokok agar bisa mencoba produk rokok kretek superslims dengan capsule pertama di Indonesia. Ada beberapa alasan mengapa Esse meluncurkan produk superslimsnya sekitar bulan Desember 2014 dan merelaunch kemasannya dengan segi edukasi pada Februari 2016. Diantaranya:
- Tren rokok kretek superslims memiliki kecenderungan untuk naik belakangan ini. Avolution selaku pelopor rokok kretek superslims mencoba mendobrak pasar dengan mengeluarkan rokok mild dengan bentuk superslims. Tren ini semakin meningkat mengingat cukup banyak perokok yang menginginkan bentuk unik dari sebuah rokok mild. Anggapan ini umumnya terjadi karena superslims cenderung lebih stylish, lebih mudah untuk masuk saku, dan untuk wanita memiliki kesan lebih feminim dibanding rokok mild biasa. Esse pertama kali mencoba melaunch rokok kretek pertamanya yaitu Esse Mild sekitar bulan November 2013. Dengan promosi yang baik dan adanya isi 20 batang serta teknologi charcoal filter (untuk kemasan merah) atau dual filter dengan rasa bubble mint (untuk kemasan hijau) menjadikan Esse mampu mendobrak pasar rokok kretek dengan inovasi yang sudah saya sebutkan.
- Tren rokok capsule di Dunia dan Indonesia saat ini sedang dalam masanya. Bisa kita ketahui di hampir negara di seluruh Dunia memiliki tipe rokok dengan capsule pada filternya. Inovasi ini pertama kali diterapkan secara massal pada rokok Kool Boost sekitar tahun 2007. Tren ini semakin mewabah dengan kehadiran Marlboro Ice Blast yang membuat banyak orang Indonesia penasaran, karena Ice Blast pertama kali hadir di Singapura membuat banyak orang Indonesia minta titip rokok tersebut ketika temannya sedang berkunjung di Singapura. Tren ini semakin menjadi di Indonesia ketika Sampoerna mencoba meluncurkan A Flava Click Mint pada April 2010. Walau dengan ukuran king size, rokok ini memiliki kadar tar dan nikotin yang sama dengan Core Brand A Mild yaitu 14 mg tar dan 1mg nikotin. Dunhill mencoba meluncurkan rokok switchnya yaitu Dunhill Switch pada tahun 2011. Dan Marlboro kemudian meluncurkan produk Ice Blast di Indonesia pada kuarter ke-3 tahun 2012. Sebenarnya saya bisa aja panjang lebar menceritakan sejarah rokok capsule di Indonesia, namun kasihan untuk pembaca.
- KT&G mencoba membuat gebrakan rokok dengan ukuran capsule terkecil pada filternya untuk diaplikasikan pada rokok ini. Saya bisa lihat KT&G sangat banyak mengeluarkan inovasi, terutama belakangan mereka cenderung bermain pada segmen rokok bercapsule. Beberapa inovasinya ialah This Rula Capsule, Bohem Cigar Monster, dan lain-lain. Karena penjualan Esse Mild di Indonesia dinilai cukup baik, maka dicobalah produk Esse dengan capsule ini.