Ketika mulai ditinggalkan, ternyata kini konsep jamu menjadi tren dalam perkembangan produk pangan dan farmasi dunia.
Sayangnya, seiring dengan tren perubahan gaya hidup dan pola makan, jamu mulai terpinggirkan. Mengonsumsi jamu sering dianggap kuno, dan tergantikan oleh obat dan suplemen modern. Lebih parahnya lagi, ada beberapa pihak tidak bertanggung jawab melakukan praktek pemalsuan (adulteration), yang menyebabkan “dunia” jamu menjadi agak terpuruk.
Beruntunglah, kemudian berbagai penelitian menunjukkan manfaat dan keuntungan dari penggunaan bahan alami. Hal ini juga terjadi dalam dunia pangan dan pengobatan, yang juga mulai memberikan perhatian besar terhadap ingridien-ingridien dari alam.